Monday, 7 January 2013

40 Kemuliaan Selawat Kepada Nabi SAW dan Kelebihan Bagi Orang Yang Mengamalkannya


Rasullulah SAW bersabda: "Shalawat kalian kepadaku itu merupakan pengawal bagi do'a kalian, perolehan keridha'an Tuhan kalian dan pembersih amal-amal kalian." (H.R. Al-Dailamy RA dari Amirul Mu'minin Ali, karramullahu wajhahu).


Nabi SAW bersabda: "Hiasilah ruang perternuan kalian dengan bershalawat kepadaku. Sesungguhnya 
bacaan shalawat kalian kepadaku itu dapat menjadi cahaya di Hari Kiamat." 
(H.R. Al-Dailami RA dari lbnu Umar RA).

Nabi SAW bersabda pula: "Sesungguhnya Allah memiliki para Malaikat yang 

bertebaran di muka bumi yang bertugas menyarnpaikan kepadaku shalawatnya 
orang dari umatku yang bershalawat kepadaku." 
(Dikeluarkan oleh Al-Darulquthny RA dari lmam Ali KW).

Antara selawat (shalawat) yang ringkas ialah:   
Allahumma sholli a'laa Sayyidina Muhammad wa a'laa ali Sayyidina Muhammad
 (ya Allah kurniakanlan rahmat ke atas Junjungan Besar Nabi Muhammad dan ke atas keluarga Junjungan
 Besar Nabi Muhammad).

Berikut ini diketengahkan 40 manfaat yang didapat dari selawat (shalawat) dan 
salam kepada Sayyidina Muhammad SAW yang banyak disebut oleh para ulama, 
khususnya Allamah lbnul -Qayyim dan Al-Hafidz lbnu Hajar Al-Haitsamy antara lain:

1. Mematuhi perintah Allah SWT.
2. Bershalawat kepada Nabi SAW adalah sesuai dengan perintah Allah SWT 
(di dalam Al Qur’an), meskipun berbeda makna antara shalawat yang dari kita 
(umat Nabi Muhammad SAW) dan shalawat yang dari Allah SWT. Shalawat yang dari 
kita berarti doa dan permohonan, sedangkan shalawat yang dari  Allah SWT berarti 
pujian dan pemuliaan.
3. Sesuai dengan yang dilakukan oleh para malaikat.
4. Orang yang bershalawat satu kali mendapat balasan sepuluh shalawat dari 
Allah SWT.
5. Orang yang bershalawat beroleh peningkatan derjat sepuluh kali.
6. Baginya dicatat sepuluh kebajikan.
7. Dihapus sepuluh amal keburukannya.
8. Doanya dapat diharap akan terkabul, kerana shalawat akan memanjatkan doanya 
dan menghadapkannya kepada Allah Rabbul’alamin. Sebelum orang yang berdoa 
bershalawat lebih dahulu, doanya berhenti terkatung-katung di antara bumi dan langit.
9. Dapat menjadi sarana (cara) untuk mendapat syafaat Nabi SAW Jika shalawat itu 
disertakan doa mohon wasilah atau diucapkan tersendiri.
10. Shalawat merupakan sarana untuk beroleh ampunan dosa.
11. Shalawat juga merupakan sarana bagi hamba Altah SWT untuk beroleh 
pertolongan-Nya agar tercukupi keperluannya.

12. Selawat merupakan sarana yang dapat mendekatkan seorang hamba Allah SWT 
kepada Nabi Muhammad SAW pada Hari Kiamat. 

Sabda Rasulullah (S.A.W.) yang bermaksud: “Sesungguhnya manusia yang paling 
utama denganku pada hari kiamat ialah yang paling banyak berselawat ke atasku”. 
[Hadith riwayat Imam Tirmizi daripada Abdullah bin Mas’ud r.a]

13. Berfungsi sebagai sedekah bagi orang yang kesulitan hidup.
14. Shalawat juga merupakan sarana untuk beroleh pertolongan Allah SWT agar 
tercukupi keperluan-keperluannya.
15. Shalawat juga merupakan sarana untuk mendapat rahmat Allah SWT dan doa 
malaikat.
16. Shalawat berfungsi sebagai zakat dan thaharah.
17. Shalawat merupakan sarana yang mendatangkan kabar gembira (tabsyir)  
bagi hamba Allah SWT sebelum wafat, bahwa ia akan masuk surga. 
(Demikianlah disebut oleh Al-Halidz Abu Musa, berikut hadisnya, di dalam kitab 
yang ditulisnya).
18. Shalawat juga merupakan sarana yang dapat menghindarkan hamba Allah SWT
 dari ketakutan hebat pada Hari Kiamat. (di dalam kitab yang ditulisnya pula).
19. Shalawat dan salam merupakan sebab untuk mendapat balasan jawaban yang 
sama dari Nabi SAW.
20. Shalawat juga merupakan sarana bagi hamba Allah SWT untuk dapat mengingat 
kembali hal-hal yang terlupakan.
21. Shalawat juga merupakan sarana bagi terwujudnya suasana yang baik di dalam
suatu majlis (pertemuan). Selain itu shalawat juga akan meniadakan perasaan 
menyesal pada Hari Kiamat.
22. Shalawat juga merupakan sarana untuk terhindar dari kemelaratan.
23. Pada saat-saat seorang hamba Allah SWT teringat kepada Nabi SAW lalu segera 
mengucapkan shalawat dan salam kepada Beliau, ia akan terjauhkan dari watak kikir.
24. Orang yang menderita kehinaan karana tidak mengucapkan shalawat dan salam 
pada saat mendengar nama Nabi SAW disebut-sebut, penderitaannya itu akan dapat 
disingkirkan dengan jalan banyak-banyak bershalawat kepada Rasu lallah SAW.
25. Shalawat akan mengantarkan orang yang selalu mengucapkannya ke syurga, 
sedangkan orang yang meninggal-kan shalawat ia akan tersesatkan dari jalan ke surga.
26. Shalawat akan menyelamatkan kepengapan suatu majlis (pertemuan) yang 
di dalamnya tak disebut-sebut Allah dan Rasul-Nya, atau majlis yang di dalamnya 
tidak terdengar suara yang berpuji syukur kepada Allah SWT dan bershalawat kepada 
Rasul-Nya.
27. Shalawat merupakan sebab bagi timbulnya pancaran sinar cahaya pada saat 
hamba Allah SWT yang selalu mengucapkannya sedang berjalan di atas shirath
(Hal itu dikemukakan juga oleh Abu Musa dan lain-lain).
28. Shalawat merupakan kesempurnaan kalam (khutbah dan lain sebagainya)
 yang diawali dengan puji syukur kepada Allah SWT dan shalawat kepada Rasul-Nya.
29. Shalawat merupakan sarana bagi seseorang untuk meninggalkan wataknya 
yang bengis.
30. Shalawat juga merupakan sarana melestarikan pujian baik dari Allah SWT 
kepada hamba-Nya di kalangan para penghuni langit dan bumi. Sebab, 
orang yang bershalawat berarti ia mohon kepada Allah SWT agar berkenan memuji, 
menghormati dan memuliakan Beliau. Kerana bersalawat itu merupakan amal yang 
baik, maka sudah tentu orang yang mengamalkannya beroleh ganjaran pahala yang 
sama.
31. Shalawat juga merupakan sarana bagi yang mengucapkannya untuk memperoleh 
berkah, baik dalam hal amal kebajikannya maupun dalam hal usianya. Bahkan juga 
merupakan sebab untuk mernperoleh kepentingan-kepentingannya. Sebab, 
orang yang mengucapkan shalawat berarti ia berdoa mohon kepada Allah SWT, 
Tuhannya, agar Allah SWT berkenan melimpahkan berkah kepada Rasul-Nya beserta 
segenap keluarga Beliau. Doa seperti itu adalah mustajab (terkabul) dan orang yang 
berdoa pasti beroleh balasan yang sama.
32. Shalawat  juga merupakan sarana untuk memperoleh rahmat Allah SWT. 
Berbagai pendapat mengenai "rahmat" di kalangan sebagian ulama, tetapi pendapat
yang pasti benar ialah bahwa orang yang mengucapkan shalawat beroleh rahmat.
33. Shalawat juga merupakan sarana untuk mengabadikan kecintaan kepada 
Rasulallah SAW bahkan untuk menambah dan melipat gandakannya. 
ltu merupakan salah satu ikatan keimanan yang tanpa itu 
(ucapan shalawat dan salam kepada Nabi SAW tidak lengkap. 
Seorang hamba Allah SWT jika makin sering menyebut-nyebut orang yang 
dicintainya, dihadirkannya didalam hati, dibayangkan kebaikannya dan 
kebenaran ajaran-ajaranya yang membuat hamba Allah SWT itu tertarik kepadanya; 
tentu semuanya itu akan melipat gandakan kecintaan dan menambah kerinduannya
kepada orang yang dicintainya, sehingga kecintaannya itu sungguh-sungguh 
menguasai seluruh isi hatinya. Sebaliknya, jika ia merasa tidak perlu mengingat 
atau menyebut-nyebut orang yang dicintainya,
tidak mau menghadirkannya di dalam hati dan mengenang kebaikan-kebaikannya 

dengan sepenuh hati dan pikiran, tentu kecintaannya di dalam hati menjadi berkurang.
Bagi orang yang mencintai sesuatu tidak ada yang lebih menyenangkan hatinya 
daripada melihat sesuatu yang dicintainya. Dan tidak ada yang disukai selain 
menyebut dan mengingat serta mengenang kebaikan-kebaikan pihak yang 
dicintainya. Jika perasaan demikian itu makin kuat berakar di dalam hati, 
tentu akan meluncur dari ujung lidahnya berbagai kata pujian. 
Bertambah dan berkurangnya pujian itu tergantung pada bertambah dan 
berkurangnya kecintaan yang bersemayam di dalam hati.
34. Shalawat kepada Nabi SAW adalah sarana untuk menumbuhkan kecintaan 
Beliau kepada orang yang bershalawat. Jika demikian halnya maka semakin 
banyaknya shalawat diucapkan oleh seseorang tentu semakin besar pula kecintaan 
Nabi SAW kepadanya.
35. Shalawat juga merupakan sarana bagi turunnya hidayat kepada hamba Allah SWT yang 
mengucapkannya dan sarana pula untuk menghidupkan hati serta perasaannya. 
Oleh kerana itu semakin banyak ia mengucapkan shalawat, hati dan perasaannya tentu semakin kuat 
dikuasai oleh kecintaan kepada Baginda. Dengan demikian, di dalam hatinya tidak terdapat sekelumit
pun keinginan untuk menentang perintah dan ajaran-ajaran  Beliau. Bahkan sebaliknya, semua perintah 
dan ajaran-ajaran Beliau akan tergores dan terpateri di dalam hatinya, selagi ia dalam keadaan 
bagaimanapun selalu mengucapkannya. la akan meraih hidayat, 
keberuntungan dan berbagai pengetahuan tentang rahsia agama. 
Makin tajam pandangan mata hatinya serta makin kuat dan mendalam ma'rifat serta 
pengertiannya mengenai hal itu, tentu akan semakin sering dan lebih banyak lagi mengucapkan 
shalawat kepada Nabi SAW.
36. Shalawat itulah yang menjadi sebab dikemukakannya nama orang berzikir 
mengucapkannya ke hadapan Nabi SAW. Yaitu sebagaimana yang 
Beliau SAW nyatakan sendiri,
 "Shalawat kalian akan dihadapkan kepadaku."  
Dan sesuai pula dengan pernyataan Beliau yang menegaskan, 
"Di pusaraku Allah menugasi sejumlah malaikat untuk menyampaikan 
kepadaku salam dari umatku." 
Cukuplah bagi hamba Allah SWT mendapat kemuliaan disebut namanya di hadapan 
Rasulallah SAW.
37. Shalawat pun merupakan sarana bagi hamba Allah SWT untuk dapat berjalan 
mantap di atas shirath hingga melepasinya (melewatinya) dengan selamat. 
Sebuah hadits dari Abdurrahman bin Samrah yang dituturkan oleh 
Sa'id bin Al-Musayyab, mengenai soal mimpinya Nabi SAW, sebagai berikut, 
"Kullihat seorang dari umatku berjalan di atas shirath, kadang meranghak-rangkak
 dan kadang bergelantung, kemudian datanglah shalawat 
(yang diucapkannya dahulu ketika hidup di dunia) 
Ialu membangunkannya hingga dapat berdiri dan berjalan dengan kakinya, 
IaIu ia diselamatkan oleh shalawatnya." (Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Madiny 
didalam At-Targhib Wat-Tarhib, sebagai hadits hasan jiddan (amat baik).
38. Shalawat kepada Nabi SAW adalah penunaian kewajiban yang paling sedikit 
atas hak Allah SWT dan berbagai nikmat yang dikaruniakan kepada kita dan yang 
memang'wajib kita syukuri. Padahal sebenarnya yang wajib kita syukuri tidak 
terhitung banyaknya. Kita tidak sanggup menghitungnya, tidak berkeinginan dan 
tidak berhasrat untuk mengetahui berapa jumlah seluruhnya. Namun, 
Allah SWT ridha menerima dari hamba-hamba-Nya sedikit syukur sebagai kewajiban 
yang harus ditunaikan.
39. Di dalam shalawat kepada Nabi SAW tercakup dzikrullah 
(mengingat-menyebut keagungan-Nya), dzikru-Rasulihi 
(mengingat-menyebut Rasul-Nya), dan permohonan kepadaNya. 
40.  Dengan shalawat kepada Nabi SAW, maka Allah SWT akan memberi 
ganjaran pahala kepada hamba yang berhak menerimanya. 
Sebagaimana telah kita sedari, bahwa Allah SWT memperkenalkan kepada kita
 Asma-Nya, Sifat-sifat-Nya; dan telah pula menunjukkan kepada kita jalan apa 
yang harus kita tempuh untuk memperoleh keridhaan-Nya. 
Juga Allah SWT telah memberi pengertian kepada kita tentang apa yang akan 
kita peroleh setelah kita sampai dan menghadapkan diri kepada-Nya. 
Semuanya itu tercakup di dalam semua segi keimanan. 
Bahkan tercakup pula di dalam ikrar tentang pengangkatan Rasul-Nya, 
tentang tashdiq (pembenaran)-Nya, tentang pemberitahuan semuanya itu kepada 
hamba-hambaNya dan tentang kecintaan-Nya kepada Rasul SAW yang diutus oleh-Nya
 menyampaikan kebenaran agama-Nya kepada umat manusia. 
Tak diragukan lagi bahwa semuanya itu adalah pokok-pokok keimanan. 
Shalawat kepada Nabi SAW juga mencakup pengertian seorang hamba 
mengenai hal-hal tersebut, termasuk tashdiq-nya (pengakuannya atas 
kebenaran sebagai Nabi dan Rasul utusan Allah) dan kecintaanya kepada Beliau. 
Dengan demikian maka ucapan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW 
termasuk amalan yang lebih utama.


Read more: 
http://www.ahmad-sanusi-husain.com/search/label/selawat#ixzz2H5N0l8Wv

No comments:

Post a Comment